#BELAJAR

karena selama hidup, kita... BELAJAR. Sebuah judul buku karya Faldo Maldini. Faldo Maldini, Bang Faldo, profil singkatnya sudah pernah saya bahas ditulisan sebelumnya. Awal saya tau beliau dari twitter, membaca twitt-twitt nya, dari situ sedikit banyak mulai mengenal kepribadian/sifat/karakter dan memahami jalan pemikirannya, cukup merasa sejalan. Berlanjut keikutsertaan sebagai perserta di Festival IYC 2015, dimana saat itu beliau menjadi salah satu speaker nya, disanalah awal bertatap muka langsung dengan beliau, disanalah secara langsung mengamati bagaimana begitu piawainya beliau mentransfer semangat, cara beliau berbicara dengan penuh power, penyampaian yang begitu lihainya, tak elak audience pun larut dalam seluruh energi positifnya, setidaknya bagi saya, beliau juga ramah, asik, supel, tidak heran dengan segala pencapaian beliau sampai saat ini, salah satu sosok pemimpin idaman. Lalu disuatu hari, secara kebetulan, karena tidak ada yang kebetulan di dunia ini, membaca twitt beliau mempromosikan bukunya, tanpa ba bi bu langsung mengirim email pada beliau untuk membeli bukunya tersebut. Kenapa seyakin itu? Saya adalah tipe orang yang tiap kali memutuskan membeli sebuah buku, hal pertama yang saya lihat adalah pengarangnya, kalau dirasa match, baru oke beli, dan pada Bang Faldo lah salah satunya. Ada keunikan dalam sistem pembelian, yakni pembelilah yang menentukan sendiri harga bukunya, serta 10% dari harga tersebut didonasikan untuk RUMBEL BEM UI. Bisa dicek di faldomaldini.com/buku, manatau berminat membeli juga hehe

11182282_736553956458450_8019526118362190691_n
Setiap detik, menit, jam, hingga dimensi waktu tertinggi kita hanya bisa belajar untuk menjadi lebih baik. Ya, beruntunglah mereka yang lebih baik dari dirinya dahulu.
-@FaldoMaldini-
Disini saya mencoba berbagi atas apa-apa yang saya ambil dan dapatkan setelah membaca buku ini. Yang menurut praktis saya mampu berdampak positif, namun bisa jadi ada efek kebutuhan pribadi hehe, maklum masih naik turun dan perlu pengingat, pun sudah berusaha mendatangkan motivasi oleh diri sendiri.
PROLOG #BELAJAR.
"Bagi saya, hidup adalah belajar. Belajar yang dilakukan tiap detik, menit, jam, hari, hingga dimensi waktu tertinggi untuk menjadi pribadi yang lebih baik."
Setiap episode dalam hidup ini mengandung pembelajaran dari-Nya. Dari manapun itu, baik dari ujian maupun kenikmatan. Dan dimanapun itu, baik di bangku sekolah maupun bangku kehidupan. Belajar tidak mengenal dimensi waktu. Namun tidak semua hamba memiliki kesensitifan yang sama, kesensitifan untuk mengambil pembelajaran dalam setiap kesempatan belajar yang tanpa ia sadari telah diberikan-Nya. Bagi mereka yang telah lihai, beruntunglah, atas pembelajaran yang diterima, atas proses belajar yang dijalani, hingga menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya setelah menerima pembelajaran dan menjalani proses belajar yang dilakukan dalam setiap tingkatan dimensi waktu.
"Menjalani hidup secara biasa-biasa saja bukanlah hal yang sulit."
Penilaian kebiasaan dan ketidakbiasaan dalam hidup menurut saya itu relatif. Setiap orang mempunyai standar hidup masing-masing. Setiap orang memiliki pencapaian berbeda dalam tingkatan kehidupan. Setiap orang memiliki penilaian yang tidak sama atas cara menjalani kehidupan, apakah itu mudah atau sulit. Seseorang yang telah terlampau menjalani hidup secara luar biasa, cenderung akan resah jika pada suatu titik hidup yang ia jalani biasa-biasa saja. Karena ia telah membiasa dengan yang luar biasa, telah melewati segala kebiasa-biasaan itu. Jangan pernah merasa puas dengan menjalani hidup secara biasa-biasa saja, karena itu berarti kita adalah orang yang biasa. Lalu menjalani hidup yang bagaimana yang tidak biasa? Jalanilah hidup secara berbeda dari orang kebanyakan, jangan menjadi sama dari umumnya orang. Berbedanya dalam artian secara positif dalam segala hal ya. Lalu seperti apakah menjalani hidup secara tidak biasa itu? Carilah role model, mereka-mereka orang luar biasa yang telah banyak mencapai berbagai pencapaian dan kontribusi. Tirulah bagaimana cara ia menjalani hidup. Jika kita menemukan kesulitan dalam menjalani hidup, boleh jadi kita telah memasuki ranah menjalani hidup secara tidak biasa-biasa saja, dan in syaa Allah jadi orang yang luar biasa. Apakah penting menjadi orang yang luar biasa? Setidaknya semoga Allah tidak kecewa terhadap kita, manusia, sebagai mahluk ciptaan paling sempurna-Nya :)
"Kami memilih melakukan sesuatu daripada hanya sekedar bicara."
Bicara itu mudah, namun action belum tentu sulit. Akan selalu ada kemudahan, apalagi untuk melakukan sesuatu yang baik. Kalau hanya sekedar bicara, belum dilakukan, kapan dampaknya ada? Semoga kita tergolong orang yang talk less do more, aamiin. Prinsip hidup Bang Faldo yang patut diteladani ;)
"Ya, pemuda bangsa ini harus mampu memastikan ia akan berada di garis terdepan negeri ini untuk membela dan mempertahankan harga dirinya..."
Mari persiapkan diri kawan!! Agar mampu memenangkan segala bentuk penindasan.
"Ya, anak muda negeri ini harus menjadi idealisme yang ia perjuangkan dan hidup dalam optimismenya."
Inilah, ada kalanya kita dihadapkan pada situasi yang menguji idealisme, idealisme yang dibangun oleh diri kita sendiri, semoga kita selalu mampu memperjuangkannya. Optimis terus!!
LURUS #BELAJAR
"Ya, mahasiswa hari inilah yang harus menyiapkan dirinya dengan terus belajar untuk membawa bangsa ini menjadi besar. Dari hari ini hingga kemudian hari. Semoga kita adalah salah satunya. Dan semoga itu kamu, yang sedang membaca buku ini..."
Aamiin. Yang terpenting tetap selalu lakukan yang terbaik dalam segala hal, karena kita tidak tahu amanah apakah yang nantinya menjadi takdir kita.
"Terkadang, label tidak unggul bukanlah suatu hal yang menentukan bahwa kita tidak bisa jadi yang terbaik."
Unggul tidaknya itu relatif.  Sesuatu yang bagi kita tidak unggul, bisa jadi adalah sesuatu yang diharapkan orang lain. Syukuri, dan jadilah yang terbaik. Dimananya itu tidak penting, yang terpenting peran dan apa yang bisa kita berikan ketika berada disana.
"..., padahal dunia terus berjalan dan yang malas akan ditelan oleh yang rajin."
Jauhkan hindarkan haramkan kami dari segala bentuk macam wujud sifat perangai kemalasan Ya Allah. Aamiin. Rajin lagi rajin terus rajin everytime.
"Cara paling mudah mengurangi sifat sombong adalah dengan memperbanyak bersikap rendah hati, selalu sadar bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan orang lain, dan tentunya sadar bahwa kita tidak bisa apa-apa tanpa kuasa Yang Maha Kuasa."
Atas kelebihan pemberian dari-Nya, atas kesempatan dari-Nya yang tidak semua orang peroleh, atas pencapaian yang atas ijin-Nya kita raih, jangan jadikan sombong angkuh dan sebangsanya memperdaya, jangan buat diri menjadi rendahan karena jauh dari kerendahan hati, pergunakan itu untuk membuat diri menjadi pribadi yang selalu percaya diri, pergunakan itu untuk menjadikan diri pandai bersyukur pada-Nya. Dan atas semua pemberian dari-Nya pertanggungjawabkanlah, terbarkan manfaat kepada sesama.
"Niat yang lurus itu bagai cahaya yang masuk ke dalam lubang, lurus rambatannya tanpa hambatan. Niat yang lurus itu bagai dua garis sejajar yang jika diperpanjang tidak akan terpengaruh untuk saling bertemu. Niat yang lurus itu lebih lurus dari permukaan air dalam kondisi tenang."
Nice parable ;)
SENYUM ORANG TUA #BELAJAR
"Ya, dengarlah pendapat orang tua saat ingin mengambil keputusan, Insya Allah kita akan belajar banyak hal dari sana, karena seringkali itulah yang terbaik untuk diri kita."
BERTAHAN #BELAJAR
"Hidup adalah tentang berperang dan memenangkan setiap pertarungan agar bisa bertahan dan menjadi yang terbaik."
Pastikan bahwa peperangan itu sehat, pastikan bahwa berada di medan peperangan yang tepat, agar bertahannya tidak sia-sia, agar menjadi yang terbaiknya bukan di tempat yang salah. Sebenarnya yang utama untuk diperangi adalah diri sendiri, musuh terbesar adalah diri sendiri, kalau diri sendiri saja tak mampu dikalahkan, bagaimana bisa memenangkan pertarungan dengan yang lain, apalagi bertahan dan menjadi yang terbaik.
"Bertahan adalah bentuk ujian. Dalam bertahan diminta keteguhan dan keyakinan akan niat kita. Orang tidak bisa dibilang sudah bertahan jika dia belum mendapatkan ujian."
Ya, bertahan adalah salah satu ujian. Jika bertahan sampai ada, artinya sebenarnya ada keinginan dalam diri kita untuk menyudahi, untuk beranjak pergi, untuk beralih pada yang lain, di situasi kondisi ataupun lokasi yang sebenarnya membuat kita tidak nyaman lagi. Namun atas alasan keteguhan dan keyakinan akan niat, bertahan adalah pilihan tertepat. Sebelum tujuan tercapai, selama belum ada niatan baru yang lebih baik, kuatkan dirimu, bertahanlah. Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya. Selama kita masih dibiarkan-Nya berada disana, berarti kita mampu. Badai pasti berlalu~
"Pada akhirnya, kita memang tidak pernah tahu seberapa teguh hati kita sebelum kita diuji. Komitmen pun juga harus diuji."
Berkat adanya ujian, tahan ada, teguh ada, yakin ada, sabar ada, komitmen pun ada. Mereka yang semula kecil menjadi besar, yang semula lemah menjadi kuat, yang semula tak seberapa menjadi tak terhingga. Berkat ujian mereka terasah dan berkembang semakin baik. Alhamdulillah~
"..., bahwa batasan solusi dari masalah itu adalah sejauh jarak kening dengan tempat sujud kita. Semakin sering kita sujud, semakin mudah kita mendapatkan solusi."
Dan pada akhirnya, ketika telah tidak adanya alasan tahan teguh yakin sabar komitmen diperjuangkan, solusi pun dibutuhkan, maka atas ujian dan permasalahan ini, bersujudlah, hanya kepada Allah :)
BERKUMPUL #BELAJAR
"..., sesuatu itu baik jika saat kita melakukannya hati kita menerima dengan ikhlas dan tidak memberontak."
Semoga keikhlasan dalam hati kita dan memberontaknya hati kita ketika melakukan sesuatu, tidak pernah salah menilai baik buruknya sesuatu itu.
"Namun, saat menjadikan seseorang sebagai role model, jangan kagumi sosoknya saja, tapi kagumi isi kepala dan karyanya. Role model itu menurut saya adalah seseorang yang tidak hanya kita kagumi, tapi harus kita lebihi di kemudian hari.
Setelah mengagumi, beraksilah!! Tingkatkan kapasitas agar memiliki isi kepada dan karya lebih dari role model kita.
"Sesimpel mempelajari hal-hal yang baik pada dirinya, kemudian terapkan pada diri kita sesuai kapasitas."
Itu salah satunya, cara agar kita menjadi sama lalu melebihi role model kita.
"Jangan lukai agama kita dengan ketidakmampuan kita menjadi umat yang baik."
"Pemimpin itu bukan dilahirkan tapi dibentuk."
"Jika ingin mengubah diri seseorang, ubahlah karakternya."
TERSADARKAN #BELAJAR
"Tersadarkan itu menggerakkan. Ia bagaikan sebuah kata kerja. Saat telah tersadarkan melakukan kesalahan, kita akan bergerak secara sadar melakukan dan menuju hal yang benar."
"Sadar dalam tersadarkan, selain menggerakkan juga memberi energi untuk berubah. Semakin menguatkan diri untuk bertransisi dan bertransformasi ke arah yang lebih baik."
"Kesadaran adalah sesuatu yang melejitkan kita menjadi lebih baik jika kita belajar darinya."
"Tersadarkan juga perlu dimanfaatkan agar energinya menyebar lebih luas pada diri kita. Jika kita tersadarkan, dengan semangat dan energi yang dipunya yang disempurnakan dengan kemauan hati untuk bergerak, tangan untuk bekerja, kaki untuk melangkah, dan disempurnakan dengan saatnya memperkuat rasa sadar dalam tersadarkan."
"Ya, memang resiko yang namanya perjuangan selalu begitu, pasti ada saja orang yang tidak suka."
Cara berpikir, sudut pandang setiap orang itu tidak sama. Sesuatu yang menurut kita baik, yang kita perjuangkan, bisa jadi adalah hal yang bertentanggan dan dilawan oleh yang lainnya. Maka, pastikan sesuatu yang kita perjuangkan itu memang layak untuk diperjuangkan. Kalau sudah pasti, terima segala resikonya, karena kita tidak akan pernah bisa membuat semua orang suka kepada kita.
TITIK BALIK #BELAJAR
"Kalah ya kalah, tidak usah banyak beralasan, perbaiki dan tuju kembali arena pertarungan."
"Banyak yang bilang bahwa amanah tidak boleh diminta. Banyak juga yang bilang, jika bisa hindarilah amanah, karena akan dihisab lebih lama di akhirat nanti. Terkadang, saya tidak sepakat dengan hal itu."
"Jika banyak orang baik tidak mau mengemban amanah, tidak mau berlelah-lelah dan berkotor-kotor berjuang, apa jadinya jika amanah digunakan sewenang-wenang oleh orang jahat?"
"Jika banyak orang yang menjalani amanah bukan untuk mengabdi, namun untuk dirinya sendiri, bukankah itu berarti kita membiarkan orang zhalim memimpin? Mau?"
"Amanah adalah sebentuk ujian dari Yang Maha Kuasa, tapi sekali lagi, apakah kita akan diuji melewati batas daya tahan kita? Tentu tidak. Pasti Ia akan membantu kita, apalagi jika dalam menjalankan amanah kita menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan tidak melanggar syariat-Nya."
"Saya memaknai titik balik layaknya sebuah roket yang akan diluncurkan. Ia bisa saja terbang tinggi, namun bisa juga jatuh hancur lebur jika tidak dimanfaatkan dengan baik."
"Justru baik menurut saya, ketika seseorang menampilkan performa paling oke dari dirinya saat ingin mengemban amanah. Saya sangat tidak suka orang yang tidak ikhlas dan malas-malasan jika diberi amanah. Seolah mau, tapi ga mau kerja keras."
 "Amanah tidak akan memilih orang yang salah. Jika ia jatuh kepada orang yang salah, pasti ada orang benar yang akan kembali merengkuhnya."
"Titik balik yang bahasa kerennya turning point adalah titik di mana sebuah hal yang baik akan dimulai. Titik balik biasanya membuat seseorang menemukan semangat baru yang menguatkan. Ini juga datang dari luar biasanya, walaupun tak jarang juga datang dari dalam diri sendiri."
"Mengambil perubahan lewat titik balik memang momentual. Waktunya tidak sering dan tidak mudah datang. Kita seringkali kelabakan ketika momen itu datang karena tidak pernah mempersiapkan diri dengan baik."
"Terkadang, kita sangat sering ngomel ke siapa pun, menyesali kesempatan yang tidak datang kepada kita dan justru ke orang lain, namun tanpa disadari kita tidak mempersiapkan apa pun menjelang momen titik balik itu datang."
"Ya, dari sekarang ada baiknya kita menaruh perhatian kepada momen-momen titik balik dalam hidup dan teruslah siapkan diri kita untuk menghadapinya. Hingga suatu saat nanti, ketika momen itu tiba, kita akan dengan penuh semangat menyambutnya."
PERGULATAN #BELAJAR
"Ternyata, amanah itu memang menuntun dan menuntut. Kita dituntun untuk mendekat pada Yang Maha Kuasa dalam menjalankan amanah, dituntun untuk belajar dengan baik, dan dituntun ke banyak hal lagi. Akan tetapi, amanah juga menuntut kita. Menuntut untuk lebih baik bersikap, menuntut agar lebih banyak melakukan kerja dibanding bicara, menuntut kita untuk memperbaiki diri."
"Kita dituntut menjadi role model saat memimpin."
Sangat sepakat. Ketika kita diamanahkan memimpin, secara tidak langsung kita menjadi panutan yang kita pimpin. Kalau pemimpinnya tidak baik, bagaimana yang dipimpin akan menjadi baik.
"The right man, in the right place and in the right time."
"Bertarung, bergulat, atau pun fight dengan kenyataan adalah sebuah kepastian dalam momen pembelajaran. Ini adalah proses yang tidak mungkin dielakkan. Yang bisa kita lakukan bukanlah menghindari, tapi tegak dan hadapi. Tidak akan ada ceritanya pembelajaran yang lancar-lancar saja bagai berjalan di jalan penuh bunga warna warni. Pasti akan sangat banyak onak dan duri dalam perjalanan kita mencapai mimpi."
"Begitu pula dalam memimpin. Saat kita ingin membuat perubahan, menciptakan hal baik dan membangkitkan banyak potensi, pasti banyak gesekan yang terjadi dan hambatan yang akan diterima."
"Sangat penting niat yang lurus dan semangat bertahan yang oke agar niat baik dapat terealisasi dan hambatan bisa diatasi."
"Selain kita memiliki keteguhan diri dan kelihaian yang dalam menghadapi hambatan, penting juga memiliki teman yang selalu susah dan senang bersama saat bergulat dengan realita."
Jika dirasa, diri ini terlalu mendalami karakter sebagai mahluk sosial, bergantung pada orang lain. Dihadirkannya teman, hadir silih berganti, baru dan menambah adalah rejeki. Meski telah teguh dan lihai menghadapi hambatan, hadirnya mereka membuat hambatan terasa lebih ringan dan membuat diri lebih kuat. Terima kasih telah hadir di hidup ku teman-teman :)
"Jika dalam pergulatan ini kita memiliki kekuatan diri yang sangat oke dan juga memiliki teman seperjuangan bergulat yang tidak kalah oke, kita tidak akan pernah ragu untuk mengucapkan kalimat, "Jadi, kekerenan apa yang akan kita buat hari ini?"
MELOMPAT #BELAJAR
"Saya harus melompat lebih tinggi jika memang ingin belajar lebih banyak. Tidak mungkin terus berada dalam keadaan yang sudah stabil dan baik-baik saja jika ingin belajar."
"Hati dan kenyataan memang selalu bisa mengeliminasi keraguan."
"Berada dalam zona nyaman dan merasa baik-baik saja di dalam zona tersebut adalah berbahaya. Mengapa saya sebut berbahaya? Karena hal ini akan mematikan kreativitas kita dan membuat diri kita tidak berkembang."
"Kepuasan akan capaian sebelumnya adalah zona nyaman. Kita harus mencari tantangan baru untuk ditaklukkan."
"Stagnasi adalah musuh utama dan ini harus diubah. Kekakuan itulah yang mematikan inovasi."
LEBIH TINGGI #BELAJAR
"Saya tidak mau terlihat berlebihan dan menggebu-gebu. Walaupun saya siapkan yang terbaik, saya tidak punya harapan. Tidak punya harapan berarti tidak akan ada kekecewaan."
"Terkadang kita tidak bisa memilih apa yang kita mau."
MOMENTUM #BELAJAR
"Ya, momentum seringkali identik dengan peluang dan kesempatan. Butuh kejelian merasakan kehadirannya dan memanfaatkannya sebaik-baiknya."
"Jika saya mendapat kesempatan untuk mengasah diri saya jadi lebih baik, saya harus menyalurkannya kepada orang lain. Saya harus memberikan apa yang saya terima."
"Terkadang menjadi underdog (orang yang tidak diunggulkan) itu menarik karena bagai menjadi dinamit yang siap meledak kapan saja."
"Jika kita telah memberanikan diri dan mendapat kesempatan untuk mengurusi orang lain, sudah seharusnya kita tidak lagi sibuk dengan urusan diri kita sendiri. Tidak adil rasanya jika kita masih belum beres dengan urusan diri kita sendiri, tapi kita memaksakan diri untuk memimpin orang lain."
"Seseorang yang telah menjadi pemimpin publik, berarti ia telah diinfakkan oleh kelompok pendukungnya menjadi pemimpin masyarakat. Orang tersebut juga harus sadar bahwa ia telah mewakafkan dirinya untuk berjuang. Begitu pula publik, terima atau tidak, yang menjadi pemimpin mereka adalah orang yang harus didukung."
PASSION #BELAJAR
"Jika memang ingin membangun dan menciptakan sesuatu yang lebih besar. Ya, belajarlah untuk hidup dengan passion yang kita punya."
"Passion berarti perasaan dan emosi yang kuat."
"Passion tidak jarang diasosiasikan dengan kebahagiaan, semangat, ikhlas, suka, atau bahkan rela."
"Seseorang yang memiliki passion atas sesuatu tidak akan pernah merasa lelah, lemah, apalagi menyerah."
"Passion adalah bukan hanya tentang hal-hal terbaik yang bisa kita lakukan, tapi hal-hal yang paling dinikmati saat melakukannya. Sesuatu yang kita rela dan ikhlas berkorban saat melakukannya, bahkan tak jarang waktu dan uang yang kita korbankan."
"Passion inilah yang baiknya ditekankan di awal dalam melakukan sesuatu."
"Kita membutuhkan passion terhadap apa yang akan kita lakukan."
"Passion akan menemukanmu dengan sendirinya. -Steve Jobs-"
"Pada akhirnya memang tidak ada jawaban benar atau pun salah terkait apa yang menjadi passion kita. Kita akan berada di dua pilihan, yaitu do what you love dan love what you do."
"Jangan pernah coba-coba lakukan sesuatu yang kita tidak punya ikatan yang kuat dengannya."
"Sekecil apapun pekerjaannya, bila dijalani dengan sepenuh hati akan menciptakan sesuatu yang berarti."
"Passion pun harus diperjuangkan."
"Mengapa kita harus risau atas apa yang orang lain sebutkan kepada diri kita? Bukankah pemenang sejati itu tindakannya ditentukan oleh dirinya sendiri dan tidak diarahkan oleh orang lain? Apalagi diatur."
"Dan dalam menjalankan hidup yang penuh passion pun saya rasa harus ada teman yang memiliki jiwa yang sama di sekitar kita. Sesama teman yang akan terus hidup dalam passion nya."
"Teman yang se-passion inilah yang akan selalu saling mengingatkan, menopang, dan bahu-membahu dalam menjalani passion yang kita miliki dalam setiap aktivitas kita."
"Seseorang yang menjalani sesuatu penuh dengan passion akan mampu bertahan lama dalam aktivitasnya. Ia akan terus berjuang dan terus berjuang. Ia bisa jadi pernah kalah, tapi pantang baginya untuk menyerah."
MENANTANG #BELAJAR
"Zona nyaman, biasa juga disebut zona ketenangan, ke standar an, dan ke flat an adalah tempat dimana kita telah berhasil menaklukkannya. Tidak ada lagi tantangan atau ujian yang berarti. Tidak ada lagi waktu yang dihabiskan untuk berpikir atau memutar otak. Tidak ada lagi kesempatan mencurahkan segala kekuatan di atas rata-rata. Oleh karena itulah hidup dalam zona nyaman merupakan hal yang bisa jadi tidak baik."
"Konsekuensi logis keluar dari zona nyaman adalah akan menantang bahaya. Bahaya adalah kosakata yang  tak boleh asing di telinga seorang pembelajar. Menghadapi takut adalah sebuah pilihan, namun menghadapi takut adalah sebuah kepastian bagi seorang pembelajar, juga bagi orang yang ingin keluar dari zona nyamannya."
"Bukan keluar dari zona nyaman namanya jika tidak mampu bertahan. Ya, sekedar keluar dan tak bisa bertarung di luar zona nyaman buat apa juga?"
PETISI #BELAJAR
"Ya, terkadang tidak harus berpikir keras secara komprehensif jika kita ingin melakukan sesuatu. Ide yang simple kadang muncul sekelebat dan kita harus cepat menangkapnya."
SIPIL #BELAJAR
"Tidak enak jika memasang muka masam dan khawatir di depan orang yang kita pimpin."
Setuju. Bagi saya menjadi pemimpin itu baiknya yang ramah, yang meneduhkan, yang tenang, yang tidak kaku, yang tidak egois dan mengedepankan egonya, yang penyabar, yang tidak baper dan galauan, yang peka suasana, yang dekat, memahami dan pengertian dengan yang dipimpinnya, namun tetap menjaga wibawa. Sehingga menjadi pemimpin yang bisa diandalkan dan secara tidak langsung memberikan spirit bagi yang dipimpinnya. Idaman~
MENUNDA #BELAJAR
"Segala sesuatu yang dikorbankan pasti akan terbayar dan mendapat balasan yang sesuai."
RAKJAT #BELAJAR
"Dalam menjalankan amanah dan keseharian, kita selalu dididik dan didadak. Dididik untuk belajar terus dari hari ke hari. Didadak agar mampu bertindak cepat dan tegas serta responsif memberi solusi."
"Tapi yang namanya berjuang akan selalu begitu. Kami tidak meminta sebuah rasa belas kasihan. Kami juga tidak butuh dikasihani. Kami punya harga diri, apalagi jika hanya dipertaruhkan dengan sebuah tindakan harap belas kasih. Yang kami tanya hanya di mana nurani?"
SELEBRASI #BELAJAR
"Celebrate what you want to see more of. -Tom Peters-"
"Berjalannya waktu adalah keadaan yang mengajarkan kita untuk menemukan kembali diri ini."
PETA HIDUP #BELAJAR
"Kembali membuka peta hidup kita sebagai seorang manusia. Hidup memang bagaikan berpindah dari satu titik ke titik yang lain, berjalan bagaikan perpindahan di sebuah peta."
"Untuk hal ini(bekerja), saya menyarankan jangan sampai membuat diri kita terlena dan sibuk sendiri dengan pekerjaan kita. Kita harus meyakinkan diri kita akan mendapatkan nilai tambah (added value) saat memutuskan bekerja kepada orang lain. Sangat sayang sekali jika kita menjadi seseorang yang lebih redup jika sudah bekerja. Jangan sampai bekerja rutin mematikan peta hidup dan kreativitas kita."
"Dalam menentukan peta hidup haruslah melihat apa yang bangsa kita butuhkan di kemudian hari, juga membawa kebutuhan bangsa ini ke dalam cita-cita yang kita punya dan miliki."
"Mengambil sebuah studi dan mempelajarinya dengan benar untuk diaplikasikan kepada masyarakat adalah kewajiban kita."
EPILOG #BELAJAR
Seorang pembelajar itu selalu memosisikan dirinya tenggelam dalam lautan ilmu.
Semakin ia menelusuri lautan ilmu itu, ia semakin sadar, betapa kerdil dan kecilnya dirinya.
Semakin ia bertambah ilmunya, semakin banyak perbuatannya, tak pernah ia merasa semakin pintar. Ia akan terus merasa bodoh dan kerdil.
Semakin bertambah ilmunya, ia tidak pernah merasa sombong, karena ia sadar, tak ada yang perlu disombongkan.
Dirinya hanya serpihan yang sangat kecil di antara lautan ilmu yang luas.
Ia akan terus belajar dan menjaga sifat kerendah hatinya.
Semangat untuk terus #Belajar!
Alhamdulillah dengan kesempatan ini, mengenal sosok Faldo Maldini meski hanya sepihak, kesempatan membaca karya tulisnya. Quote-quote yang menginspirasi dan bermanfaat, secara keseluruhan sepenuhnya sependapat, juga sedikit banyak memberikan pencerahan akan kesalahan yang terlanjur diperbuat, untuk menjadi lebih baik kedepannya. Semoga berkesempatan yang sama untuk buku keduanya, learn and share!! Benar-benar #Belajar!!

No comments:

Post a Comment

Instagram