Budgeting Liburan

Disebuah kesempatan yang baik, pada tanggal 17 April 2016, kala itu melalui Forum Indonesia Muda Club kembali, diri turut serta dalam diskusi via Group Whatsapp nya. Kali ini tentang Budgeting Liburan bersama Bang Fahmi. Let's share!! >>

  • Budgeting
    Ada 2 pendekatan terkait budgeting liburan :
    (1). nentuin destinasi, lalu nabung hingga mencapai jumlah tertentu.
    (2). nabung hingga waktu tertentu, cek saldo, lalu tentuin destinasi.
    Karena bbrp faktor seperti pemasukan yg besarannya ga tetap, keperluan2 dadakan, sifat gw yg agak impulsif, serta faktor2 lainnya, gw biasanya pake pendekatan kedua. Konsekuensi logisnya, kami ga punya besaran persentase ttg berapa dana bulanan yg harus disisihkan. Berapa saldo yg ada menjelang waktunya kami traveling, itulah yg akan kami pake dan jadikan dasar dalam nentuin destinasi. Lagipula, kami sepakat bahwa destinasi ga jadi pertimbangan utama. Yg penting ada momen kebersamaan dan sarana mendidik-mengasuh anak, ke manapun destinasinya.
  • pro's:
    +kami (baca: gw sbg kepala keluarga) ga terbebani utk nyari uang dalam jumlah tertentu utk agenda traveling keluarga. apa yg ada, itulah yg dimanfaatkan.
    +ga pernah ada istilah 'batalin traveling' di waktu yg udah ditetapkan. yg ada adlh penyesuaian destinasi *kalo2 duitnya ga cukup. hehehee..*, tp sejauh ini sih belom pernah kejadian.
  • con's:
    -destinasi travelingnya ga jauh2, soalnya tabungan ga pernah banyak. *paling jauh aja cuman ke malang. hehehe*
    -kadang naek transportasi atau pake akomodasi kelas ekonomi.
  • RAB sederhana utk traveling keluarga.
    Pd prinsipnya, bikin RAB traveling keluarga sama aja ama RAB biasa, yaitu:
    a. BAGI BIAYA menjadi 2 jenis, fix cost dan variable cost.
    b. IDENTIFIKASI mana yg betul2 "penting" bg keluarga kalian utk nentuin proporsi alokasi dana. Ga ada standar baku. Tiap keluarga bisa beda2. Misalnya, utk keluarga gw, kami ga keberatan naek transport kelas ekonomi spt KA ekonomi, tapi kami selalu pengen makan enak. Keluarga lain mungkin beda lagi, and that's okay. hehehe..
    c. CARI EFISIENSI, dengan metode "silaturahim". hehehee..
  • RAB nya dibuat bareng istri? >> Gw buat sendiri dulu. Istri ngasih feedback, kita revisi bareng. Tapi bagi kami, RAB itu fungsinya cuman panduan umum aja sih, buat ngasih gambaran kira2 trip keluarga kami kali ini butuh dana berapa. Dalam pelaksanaannya sih kami terbuka pada penyesuaian. Yg udah pasti sejak awal itu biasanya sih transport berangkat-pulang. Dan memang biaya transport lumayan makan banyak porsi ya di traveling. Betul, dalam kondisi normal, transport jd komponen paling besar.
  • Namun dalam traveling bareng keluarga, ada jg bbrp tips penghematan yg biasa gw terapkan:
    Tips menghemat biaya:
    (1). Niatkan dan agendakan silaturahim dlm traveling.
    Bagi kami, traveling bukan hanya sekedar wisata, tapi juga utk mengeratkan silaturahim. Dalam beberapa kesempatan, kami traveling karena ada event atau momen tertentu, seperti nikahan temen di kediri atau kumpul keluarga di gresik. Jadi pasti adaaaa aja kemudahan yg kami peroleh, spt sodara yg mempersilahkan kami (kadang malah setengah memaksa) kami utk tinggal di rumahnya, temen lama yg menyediakan kendaraan pribadinya buat kami gunakan, atau kenalan yg nraktir kami makan.
    (2). Agendakan jauh2 hari, jd bisa hunting tiket promo.
    Nuff said lah ya, ga perlu elaborasi lbh jauh, hehehe..
    (3). Perkenalkan keluarga pada "prinsip keseimbangan".
    Traveling biasanya ga sepenuhnya nyaman atau mulus. Jadi dalam perencanaan, kami biasanya memadu-padankan berbagai jenis kelas fasilitas, misalnya berangkat pake KA ekonomi, pulangnya pake pesawat/KA eksekutif atau malam ke sekian nginep di homestay, malam berikutnya di hotel.
  • Ada kendala dari ketiga tips itu kah? Misalnya kalo silaturrahim jadi ga bebas pergi2 sesuai rencana awal.. >> Justru silaturahim itu dimasukkan dalam rencana awal. Memang jadi bagian dari agenda traveling keluarga.
  • DO's and DONT's dalam traveling keluarga.
    DO's:
    (1). Well prepared, karena syarat utama perjalanan disebut sbg 'berhasil' adalah: ZERO ACCIDENT. Semua anggota keluarga tetap sehat dan selamat hingga perjalanan selesai.
    (2). Kalo udah punya anak, pastikan juga si anak "punya alasan" untuk traveling. Ga adil bg anak kalo traveling cuman utk memenuhi kebutuhan liburan ayah-ibunya aja. Anak jg punya hak utk tau di bagian mana dia bisa menikmati perjalanannya.
    (3). Suami-istri terbuka dalam pengelolaan keuangan traveling keluarga.
    DONT's:
    (1). Ngutang demi traveling keluarga. Kami menerapkan prinsip 'delayed gratification' dalam banyak hal, termasuk traveling.
    (2). Memiliki mindset "semua HARUS berjalan sesuai rencana". Kami berikrar utk selalu terbuka dengan segala kemungkinan dalam traveling. Sekali lagi: prinsip keseimbangan.
  • Saya mau bertanya kalau Bang Fahmi kan sudah berkeluarga jadi kan persiapan terutama peralatan apa  yg perlu di persiapkan agar nyaman buat bayi?
    Jawab:
    Paling enak itu ngajak anak2 traveling pas dia masih usia 0-2 tahun, karena:
    (1). Tiket pesawat/KA gratis atau murah.
    (2). Barang bawaan ga banyak dan ga macem2. Yg penting ibunya ikut. *if you know what i mean*
    Yg perlu disiapkan *selain yg standar macam baju dll yah*:
    (1). Gendongan/stroller.
    (2). Ibunya harus tetap happy *apalagi kalo ASI eksklusif*
    (3). Mainan anak (buku, boneka tangan, krayon, dll.)
  • Terus kalo rencanain Honeymoon gitu, misal keluar negri. Kita cari tiket murah dulu apa destinasi dulu?
    Jawab:
    Gw belom pernah ke luar negeri. hahahaaaa.. Dulu gw hanimun ke banda aceh-sabang dan medan-toba. Dulu gw nentuin destinasi, dan alhamdulillahnya sih dapet tiket dgn harga normal. Gw nerapin prinsip silaturahim. Di aceh dan medan ngunjungin temen kuliah jadi bisa hemat akomodasi dan transport dalam kota. Kalo gw saran sih tentuin destinasi dulu Karima, baru hunting ticket.
  • Bagaimana cara menjelaskan ke anak mengenai prinsip liburan itu karena biasanya anak - anak moody , dan di keluarga Kang Fahmi liburan jd model parenting.
    Salah satu prinsip yg kami terapkan adlh RUASDITO-nya toge aprilianto. Sejak kecil banget, anak udah kami berikan latihan utk mengenali situasi enak-tidak enak dan enak-enak dan memilih sendiri pilihan yg dikehendakinya. Kami jg terbiasa utk mengenalkan situasi tidak nyaman bg anak, misalnya naek KA ekonomi. Kami ingin spektrum kenyamanan anak luas, shg saat menemui situasi kurang nyaman, dia sanggup menghadapinya. Terkait mood anak, kami mengakomodir emosi anak. Kami biasakan anak menerima emosi apapun yg dialaminya dan menyalurkannya dgn cara yg sehat.

    Ruasdito

    Apa sih Ruasdito itu ? Ruasdito adalah kepanjangan dari "Ruas Asuh Didik Toge" siapa sih Toge itu? Om Toge Aprilianto itu psikolog yang menurutku sangat saklek sekali :) Tegas, lugas dan bijaksana. Ya, sesuai dengan pola asuh yang ia kelompokkan ke dalam 5 tahapan. Apa saja tahapan itu? Ruasdito berisi tahap2 yg sifatnya kontinum, sbb: (1). Membangun rutinitas Anak belajar tahap ini dari sejak lahir ke dunia. Mulai dari membiasakan rutinitas keseharian yang akan anak teladani hingga dewasa nanti. (2). Belajar memilih utk belajar kecewa. Dimulai Sejak anak mulai mengerti pilihan,walau belum bisa bicara, anak bisa mengekspresikan pilihan dan perasaannya. Pilihan bisa dimulai dari pilihan yang "enak VS enak" kemuadian naik ke "enak VS tidak enak" dan terakhir ke "tidak enak VS tidak enak" Dari sini, anak akan belajar kecewa. Untuk apa belajar kecewa? Karena dewasa nanti anak akan selalu bersinggungan dengan rasa kecewa, ini tidak bisa dipungkiri. Namun kecewa disini bisa kita lihat ya, kecewa dengan aman atau tidak. Bila sudah bisa kecewa dengan aman, ajak anak untuk naik kelas.mulai ke tahap berikutnya... (3). Belajar bersepakat. Kesepakatan perlu diulang dan diulang demi menjaga konsistensinya. Saat kita butuh anak untuk ikut kerja sama dengan kita, ini membutuhkan asas manfaat tentunya. Misalnya kita ingin anak tidak membeli mainan saat ke mall. Buatlah kesepakatan yang 'smart' dengan " kita jalan ke mall tapi tidak beli mainan ya?" kalau anak sudah "deal" , kita juga harus konsisten. Jadi bila ternyata anak di mall minta mainan, apapun yang terjadi, mainan itu tidak dibelikan sesuai dengan kesepakatan awal. (4). Belajar berjuang. Pada tahap berjuang ini perlu diperhatikan pola kalimatnya, misalnya : " kamu mau coklat? Habiskan dulu nasi di piringmu" --- kalimat ini benar karena mengajarkan anak untuk berjuang dulu sebelum mendapatkan sesuatu yang ia mau. Tetapi bila kalimat itu dibalik, akan jadi negatif.... " habiskan nasinya yah, nanti kamu dapat coklat" --- kalimat ini merupakan kalimat suap yang tidak baik untuk dijadikan kebiasaan baik anak. (5). Belajar bikin keputusan berdasar timbangan risiko. Semakin hari anak akan terbiasa melakukan sesuatu dengan mengetahui resikonya. Hal ini yang menjadi kunci, bahwa anak yang sudah sanggup membuat keputusan hebat dengan memikirkan resikonya akan kecil sekali kemungkinannya untuk bergantung dengan teman atau orang lainnya.
  • Apakah ada dana darurat dalam pengaturan keuangan liburan? Maksudnya misal ada budget 5 juta untuk liburan, apakah semuanya dimaksimalkan untuk akomodasi liburan atau ada spare misal anak anak kan suka jajan dll, mengatur mood selama perjalanan.
    >> Harus selalu ada spare. Ga ada besaran baku, tapi kalo utk kami biasanya sih setidaknya 10% dari budget adlh utk dana cadangan.
  • "Rencanakan perjalanan jauh jauh hari supaya bisa murah beli tiket."
    Pertanyaannya, ketika tiket sudah terbeli dg harga promo, tetapi sampai pada tanggalnya uang yg terkumpul tidak sesuai budget untuk ketempat tersebut apa yg harus dilakukan krn tidak mungkin mengubah destinasi? Pernah kejadian begini ga Kang Fahmi?
    >> Pernah sih cancel/ga pake tiket promo yg udah dibeli, tapi bukan karena duit ga terkumpul. Tp karena maskapai dgn semena-mena mindahin jadwal flight. Ini hypothetical answer yak.. Andaikan situasi itu terjadi, pastinya akan gw akan diskusikan dgn istri. Ada kemungkinan sih ganti destinasi, karena kami ga ingin memaksakan diri pergi kalo emg dananya ga ada. Jd lbh baik ngubah destinasi, sesuai dgn dana yg ada. Meskipun tiket hangus adlh salah satu konsekuensi yg hrs dihadapi.
  • Bagaimana sih menerapkan kuangan keluarga tiap bulannya apa ada anggaran tersendiri misalnya ada anggaran 400 rb tiap bulan atau gmna?
    >> Gw pasti dimarahin nih ama para perencana keuangan. hahahaaa... Gw ga ada budget khusus utk tabungan traveling. Adanya tabungan doang. Kendala2 tsb lbh mudah teratasi karena gw dan istri menerapkan prinsip keseimbangan. Kita perlu bikin rencana sampe detail, tapi saat pelaksanaan kita perlu terbuka dgn segala kemungkinan. Bahwa perjalanan itu ada senengnya, ada jg ga senengnya.

  • CLOSING STATEMENT
    (1). Rencanakan perjalanan sebaik2nya, namun dalam pelaksanaannya terbukalah thdp segala kemungkinan dan selalu ingat prinsip keseimbangan.
    (2). Jadikan perjalanan sbg sesuatu yg dinikmati bukan hanya oleh suami-istri, namun juga oleh anak.
    (3). Uang bisa datang lagi kapanpun, tapi momen bersama keluarga harus dihargai sebaik2nya. BE PRESENT.
    Utk tips n trik dalam traveling serta info2 trip, silakan follow IG @fahmitraveler dan @navigatour

No comments:

Post a Comment

Instagram