International Event

Welcome to Online Lecture IYOIN LC Serang
"Get Ready to be a Part of International Event"
*A brief profile of Dyah Savitri Pritadrajati*
*Name*: Dyah Savitri Pritadrajati
*Address*: Jl. Sosrokusuman Dn. I/126, Yogyakarta, 55213, Indonesia
*Education*:
🔸 Universitas Gadjah Mada, Faculty of Economics and Business, majoring in Economics, 2010-2015.
▶ The Valedictorian of Faculty of Economics and Business, GPA: 3.98 (Top 1% of Class)
▶ TOEFL: 603, IELTS: 7
🔸 Tohoku University , Sendai, Japan, International Program in Liberal Art, Faculty of Agriculture, 2012-2013
🔸 Senior High School at Ethical Culture Fieldston School, Riverdale, NY, USA, 2008-2009
▶ AFS (American Field Service) Exchange Student Program
🔸 Senior High School at SMAN 5 Surabaya, 2006-2010
▶  Internship at United Nations Development Program (UNDP), Financial Resource Management Unit, Aug 2012 – Sept 2012
▶  Grantee of Luiss University of Rome Full scholarship to attend Rome Model United Nations 2014
▶  Finalist of International Conference of Integrated Intellectual Community, PPI Jerman, 2014
▶  3rd Place in Universitas Gadjah Mada Outstanding Student (Mahasiswa Berprestasi) 2014, 2014
▶  Delegate in Rome Model United Nations 2014, represented Austria in Food and Agriculture Organization (FAO), Rome, Italy, 2014
▶  Selected Participant in Students World Forum (SWF), Strasbourg, France, 2015
▶  Delegate in UNESCO Center for Peace IMUN Youth Conference, Maryland, USA, 2015
▶  Speaker at Public Policy Forum in Cooperation with Australian National University (ANU). Title: “The Effect of the United States Monetary Stimulus (QE) towards Indonesia’s Economic Fluctuation, 2015

Dyah Savitri Pritadrajati :
Sesuai dengan yang disampaikan dalam TOR bahwa saya harus menyampaikan beberapa hal berikut:
1. Tips dan trik bagaimana caranya agar lolos international event(s)
2. Cara mendapatkan funding/sponsor jika event yang diikuti bersifat sefl funded/partial funded
Baik kita mulai dari topik yang pertama dulu, berikut ini beberapa tips dan trik cara agar lolos international events :
  • 1. Kita perlu sering2 mencari informasi, biasanya kegagalan yang paling sering (dan fatal) adalah sesederhana tidak mengetahui informasi mengenai event international yang akan diselenggarakan tsb. Jika perlu kita harus membuat semacam penjadwalan sederhana, misal kapan acara tersebut akan diselenggarakan dan kapan deadline pengumpulan persyaratannya.
Banyak cara untuk dapat mendapatkan informasi, misal:
  • a. Selalu update dengan website dari Office of International masing2 kampus (biasanya mereka banyak mem-post acara2 konferensi internasional di website mereka).
    Paling tidak teman2 harus update dengan website OIA (Office of International Affair) di kampus teman2 sendiri, tapi tidak menutup kemungkinan untuk "kepo" website OIA kampus lain. Saya lebih suka acara2 yang di-post secara official oleh OIA UGM karena jelas acaranya akan bonafide. Semua acara yang di-post oleh web OIA kampus adalah acara2 yang official dan biasanya merupakan suatu bentuk kerjasama antara kampus dengan lembaga tertentu di luar negeri.
  • b. Social media, group chat, dan mailing list juga bisa menjadi salah satu sumber untuk bisa mendapatkan informasi.
  • c. Network organisasi juga penting sebagai salah satu sarana untuk bertukar informasi mengenai berbagai acara2 internasional yang akan diselenggarakan.
  • d. Bergabunglah dengan teman2 yang like-minded dengan kalian, misal dengan teman2 yang suka berburu beasiswa, maka nantinya di dalam lingkungan tersebut juga akan beredar informasi mengenai acara2 internasional dan beasiswa yang bisa teman2 ikuti.
Namun catatan dari saya, saat ini banyak sekali event2 internasional yang ditawarkan di media sosial. Nah, teman2 juga harus selektif saat ingin berpartisipasi dalam salah satu acara internasional tsb.
Teman-teman harus memastikan credential dari acara tersebut, apakah cukup bonafide atau tidak. Misal, dengan mengetahui berapa kali lembaga/kelompok tersebut mengadakan acara serupa. Lalu, lihat bagaimana kegiatan2 sebelumnya (bisa tanya dengan yg pernah ikut acara tersebut di tahun sebelumnya).
Jadi, untuk berpartisipasi dalam acara international kita juga harus selektif, khawatirnya setelah kita bersusah payah kita mengurus tetek bengeknya, ternyata acaranya tidak sebaik yang kita harapkan.
Teman2 juga perlu cermat dalam memilih acara2 internasional, kadang penyelenggara men-claim bahwa ini adalah acara internasional, namun ternyata sebagian besar hanya diikuti oleh mahasiswa2 lokal.
Jadi, perlu dipastikan juga siapa saja partisipannya dari negara mana sajakah. Karena sebenarnya yang kita harapkan dengan ikut international event ini adalah untuk memperluas jaringan dan perspektif kita terkait suatu isu yang dibicarakan. Makin beragam latar belakang partisipan, maka makin baik acara tersebut karena diskusi yang dihasilkan nantinya akan menjadi lebih hidup dan berwarna (fruitful).
  • 2. Persiapkan semua dokumen persyaratan jauh2 hari sebelum deadline sehingga teman2 juga bisa punya waktu yang cukup untuk menghasilkan karya yang baik. Selain dokumen2 administratif (mengisi online application form), biasanya penyelenggara akan meminta kita untuk membuat essay (misal mengenai kenapa kita tertarik mengikuti acara ini atau pertanyaan lain terkait dengan topik yang diusung).
    Essay atau apa pun itu yang harus dikumpulkan harus dipersiapkan sebaik mungkin dari jauh2 hari. Karena dokumen2 inilah yang akan menjadi bahan yang akan mereka gunakan untuk seleksi, jadi persiapkan sebaik mungkin.
  • 3. Jangan takut untuk mencoba, kalau prinsip saya sih kita sudah pasti kalah kalau tidak mencoba (kita hanya punya 0 probability untuk menang), tetapi dengan mencoba paling tidak kita sudah bisa punya probability untuk menang. Tugas kita hanya untuk melakukan yang terbaik (push your limit), dan kita tunggu saja nanti outcomenya bagaimana. Syukur kita bisa lolos dan bisa ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Biasanya teman2 ragu untuk mencoba karena acaranya berbayar dan belum punya sponsor. Kalau berdasar pengalaman saya; saya biasanya mendaftar dulu saja dan jika sudah dinyatakan lolos, saya akan berusaha mencari sponsor. Kalau acaranya bagus dan bonafide pasti akan banyak pihak yang ingin mendukung menjadi sponsor.
Kurang lebih itu tips dan trik saya untuk bisa ikut berpartisipasi dalam acara2 internasional.
Lalu mengenai funding dan sponsor :
  • 1. Setelah kita dinyatakan lolos dan jika acara tersebut tidak memberi beasiswa atau hanya memberi sebagian dukungan, maka kita harus putas otak untuk mencari sponsor. Saya sarankan teman2 bergerak cepat, jadi setelah dinyatakan lolos teman2 harus segera mencari sponsor (karena urusan birokrasi pendanaan biasanya cukup rumit dan memakan waktu yang lama).
    Beberapa sumber pendanaan antara lain :
    a. fakultas/universitas
    b. perusahaan
    c. pemerintah daerah
    d. fund raising (crowd funding)
  • 2. Umumnya teman2 harus membuat proposal untuk mencari sponsor. Proposal ini menjadi media bagi para calon sponsor untuk memahami acara yang kita ikuti ini, maka buatlah proposal sebaik dan semenarik mungkin.
  • 3. Biasanya kita juga memberi kontraprestasi (timbal balik) kepada sponsor. Misal, pemasangan logo sponsor, penyebutan nama sponsor, dll. Tapi tidak semua institusi meminta kontraprestasi, biasanya jika dari fakultas/universitas, mereka tidak meminta hal ini. Buatlah ide2 bentuk kontraprestasi yang menarik bagi calon sponsor, sehingga mereka juga merasa diuntungkan ketika mendanai teman2 untuk ikut dalam acara tersebut.
  • 4. Untuk mencari sponsor juga tidak asal memasukkan proposal, karena kita perlu mempelajari karakter calon sponsor. Misal, apakah aktivitas dan ruang lingkup calon sponsor memiliki kesesuaian dengan topik yang diusung dalam acara yang akan kita ikuti. Contohnya, ketika kita akan mengikuti acara yang berkaitan dengan pendidikan, kita harus cek apakah calon sponsor juga punya ketertarikan dalam bidang tersebut. Kita juga bisa menyasar CSR perusahaan/institusi, apakah perusahaan/institusi tersebut sedang memiliki concern di suatu bidang tertentu. Biasanya kalau targetnya sesuai, mereka akan dengan senang hati mendukung, karena ini akan membantu pekerjaan mereka juga.
Mungkin ini yang dapat saya sampaikan terkait kedua topik tersebut.
Momod : Nah itu tadi materi yg telah di sampaikan oleh Kak Dyah, selaku pemateri OLEC hari ini. Topik yang di sampaikan mengenai tips and trik  agar lolos international event(s) dan cara mendapatkan funding bila acara tersebut bersifat self funded atau partial funded.
Ummu Rahmahwati : (1.) Event internasional yg paling berkesan bagi kakak apa? (2.) Bagaimana cara beradaptasi dg peserta lain yg mempunyai perbedaan kebudayaan dg kita?
Dyah : (1.) Yang paling berkesan adalah ketika saya ikut acara HPAIR (Harvard Project for International Relations). Menurut saya acaranya sangat bagus, saking sukanya saya ikut acara ini 2 kali, di tahun 2012 dan 2013, masing2 di Taiwan dan di Dubai. Acara ini yang mengadakan adalah mahasiswa Harvard, dan diselenggarakan tiap tahun di negara yang berbeda di Asia. Topik yang dibahas juga sangat menarik, apalagi pusat perhatiannya adalah mengenai Asia. Seperti yang kita tahu, saat ini negara2 Asia mulai menguasai kekuatan dunia, seperti Cina, Korea Selatan, Jepan, Singapore, India. Indonesia juga punya peran penting terutama karena lokasi geografisnya dan jumlah penduduknya yang besar. Dalam konferensi tersebut dibahas mengenai bagaimana potensi dan tantangan Asia dalam menghadapi pergeseran kekuatan dunia. (2.) Dalam acara HPAIR ini banyak mahasiswa dari berbagai penjuru dunia (dihadiri kurang lebih siswa2 dari 40 negara yang berbeda). Mereka juga datang dari universitas2 top dunia termasuk Harvard, MIT, Oxford, Cambridge dll. Senang bisa menjadi bagian komunitas penting dunia ini, di mana kita bisa berbagi ide dan berkolaborasi dengan orang2 hebat dari berbagai penjuru dunia. Saya cenderung cukup mudah untuk beradaptasi dengan teman2 dari berbagai latar belakang tersebut. Tipsnya adalah jadilah diri kalian sendiri, dalam arena internasional seperti ini mereka akan sangat saling menghormati dan memahami (apalagi mereka juga memiliki latar belakang pendidikan yang baik). Misal ketika mereka mengadakan pesta minum2 alkohol, kita bisa saja menolak dan saya yakin mereka juga akan menghormati pilihan kita. Bilang saja kalau kita tidak minum alkohol dan memilih minuman yang lain; jelaskan pula bahwa kita tidak bermaksud melukai perasaan mereka dengan menolak tawaran mereka dan berharap mereka juga bisa mengerti pilihan kita. Kuncinya adalah mutual understanding dari kedua belah pihak. Just be natural, tidak perlu "dipaksakan" ketika ingin mingle dengan teman2 baru dari latar belakang yang berbeda. Saya rasa, keunikan diri kita juga menjadi hal yang menarik untuk mereka. So don't be afraid to be different.
Inessa putri UB : (1.) Bagaimana cara memperbesar peluang kita untuk ikut andil besar dalam event internasional yg bonafid? Sedangkan biasanya yg bonafid seleksinya sangat ketat. Trimakasih.
Dyah : Yang saya sebutkan tadi, bahwa kita harus mempersiapkan portofolio yang baik pula (misal essay, CV, dll). Dan ini harus dipersiapkan dari jauh2 hari, tidak bisa hanya semalam. Teman2 harus brainstorming mencari ide untuk membuat suatu portofolio diri yang menarik dan unik, dan setiap orang pendekatannya bisa berbeda2. Tawarkanlah suatu ide unik dan menarik yang mungkin tidak disampaikan oleh kontestan lain. Make "your own story".
Donna Citra :
1. Event internasional apa saja yg bisa kakak sarankan untuk kita ikuti?
2. Apa langkah awal yg harus kita lakukan untuk mengajukan proposal sponsorship?
3. Bagaimana cara meyakinkan pihak sponsor agar bisa membantu pendanaan kita?
4. Boleh kah meminta kontak narasumber untuk pertanyaan lebih detailnya?
Dyah : 1. Banyak sekali event internasional. Mungkin teman2 bisa secara mandiri mencari sendiri, acara2 yang ditawarkan juga selalu berbeda tiap tahunnya. Tapi yg pasti tren-nya meningkat dan saat ini sangat banyak yg ditawarkan. Saya sarankan, seperti yang saya sampaikan tadi, daftar dan ikuti acara2 yang di post resmi oleh website fakultas atau kampus atau sumber2 lain yg bonafide.
2. Langkah awalnya bisa dengan mengumpulkan informasi kontak calon sponsor. Bisa tanya dengan penerima sponsor tahun sebelumnya, atau siapa pun yang memiliki koneksi dengan sponsor. Biasanya teman2 dari Sie Danus (Dana Usaha) event2 di kampus punya banyak kontak sponsor.
3. Buat proposal sejelas dan sebaik mungkin. Jelaskan event ya kalian ikuti dan apa kontribusi kalian dalam event tersebut, serta apa manfaatnya (untuk kita, masyarakat, dan juga untuk perusahaan).
4. Jika ingin mengontak saya baiknya via email: dyah.pritadrajati@gmail.com
Irfan : Contoh kontraprestasi atau manfaat terhadap sponsor itu apa dari kita ikut event internasional ini ?
Dyah : Misal pemasangan logo di kaos, spanduk dll. Penyebutan nama sponsor di karya yg kita hasilkan. Atau mungkin bisa sesuai dengan request dr pemberi sponsor. Misal menulis pengalaman kita di blog atau membuat buku dll. Dengan mencantumkan nama pemberi sponsor.
Momod : Terima kasih untuk kak Dyah atas segala jawabannya. Terakhir kami minta kata2 penyemangat atau closing statement dari kak Dyah, biar kita bisa ikut internasional event di kemudian hari.

Dyah Savitri Pritadrajati :
Jangan pernah takut mencoba; dengan mencoba kita telah meniadakan kemungkinan 100% untuk gagal.

No comments:

Post a Comment

Instagram