Mengelola Hati


Assalamu’alaykum Warahmatullaah Wabarakatuh teman-teman semua. Salam kenal bagi yang belum kenal ya 😁 Semoga pertemuan "maya" kita kali akan membawa manfaat dan kebaikan untuk kita semua, Aamiin..
Hari ini saya akan sharing sesuai dengan topik yang diminta oleh penerbit, yaitu “Mengelola hati”. Ini murni adalah sharing berdasarkan pengalaman saya pribadi. Yang baik-baik, silahkan diambil. Jika ada yang buruk atau kurang sesuai, tidak apa jika tidak diterapkan..

Saya awali sharing saya kali ini dengan sebuah puisi tentang wanita…

Islam datang memuliakan wanita, di saat kedudukannya di peradaban dahulu begitu rendah dan hina. Islam datang membawa cahaya, menggaris bawahi peran wanita dan keutamaannya. Maka bisa kita dengar Rasulullaah bersabda akan perhiasan terbaik di dunia, serta kriteria wanita yang paling baik di hadapan Allah.

Kita juga sering dengar sabda Rasulullaah mengenai kedudukan seorang ibu, kedudukan yang hanya bisa diisi oleh seorang wanita. Hingga Allah utamakan ia sebagai orang yang harus paling dicintai oleh anak-anaknya, tiga tingkat lebih tinggi dari sang ayah…

Hal ini pun ditegaskan oleh Allah Subhanahuwata’ala melalui firman-Nya…

Maka maukan kita menjadi wanita yang mulia? Menjadi muslimah haruslah memahami bagaimana Islam memuliakannya, dengan mengetahui batas-batas atau koridor syari’at menjaganya. Karena kemuliaannya, akan bergantung sejauh mana ia mampu memelihara pandangan, lisan, dan akhlaq nya senantiasa dalam kebaikan.

Iya, dan pada beberapa syair ini, saya ingin menggambarkan keutamaan wanita dan kemuliaan derajatnya. Tapi tentu saja, itu semua perlu usaha dan ada syaratnya. Yaitu saat iman tertanam di dada, dan shalihah menghias akhlaqnya…

Pernahkan kita berpikir bahwa laki-laki itu lebih tinggi derajatnya dibanding wanita? Atau lebih “menguntungkan” kedudukannya. Ketahuilah muslimah shalihah… sesungguhnya laki-laki maupun perempuan kedudukannya sama di mata Rabb-nya, hanyalah taqwa yang menjadi pembeda...

Di dalam Al-Qur’an Allah selalu menyandingkan subjek laki-laki dengan perempuan. Yang menandakan hukum dan syariat-Nya berlaku untuk semua orang. Tidak juga Allah pisahkan, apalagi membeda-bedakan dan menguntungkan satu pihak saja. Kalau ada yang kekeuh berkata, toh tetap beda perannya. Tentu saja, karena secara fisik dan psikologis pun laki-laki dan wanita berbeda. Maka Allah mengatur keduanya untuk menunaikan peran masing-masing bagi mereka, sedangkan yang dinilai dan ditakar di sisi Allah adalah taqwanya..

Ehem ehem… saya mau jujur nih dan mengakui bahwa wanita itu memang ISTIMEWA! Di luar keistimewaan yang diberikan Islam kepada kita, wanita itu memang benar-benar istimewa  Contohnya apa?
Inilah sifat-sifat istimewa kita, yang terkadang berkebalikan dengan lawan jenis kita. Maka tak heran, jika suka ada sifat yang bersilangan. Contoh paling gampang, wanita itu paling suka diperhatikan, sedangkan laki-laki cenderung acuh mengabaikan. Paling senang kan kalau dipuji pak suami “Kamu cantik banget hari ini”, hihi.. yang masih jomblo jangan baper ya, ini cuma contoh aja  Intinya, wanita itu senang diperhatikan...
Yang kedua, wanita itu selalu mengutamakan perasaan. Apa-apa dipikirnya pakai perasaan, banyak nggak enakan. Di saat laki-laki cenderung mengutamakan logika. Itulah sebabnya, kalau melihat WA aja bisa sensitif kita membacanya. Kalau laki-laki pasti membacanya datar saja. Atau sering kita temukan, wanita yang ditinggal meninggal suaminya, akan cenderung setia dan tetap sendiri hingga akhir hayatnya. Untuk laki-laki bisa berbeda, bisa jadi sudah mencari istri penggatinya. Saya nggak salahkan lho ya, hanya menggarisbawahi bahwa wanita itu memang perasaannya haluuuss sekali *aiih.. ngaku-ngaku
Yang ketiga, yang saya maksud kecerdasan intelektual ini karena wanita itu “lebih banyak bicara”. Kalau majas peyorasinya sih “cerewet”, hehe… Nimang bayi pasti bicara “Yang shalih/ah ya nak…”. Mau ngelus perut gendut ketika hamil “Semoga Allah jaga kamu senantiasa ya nak”. Itulah yang saya maksudnya kecerdasan intelektual. Di sisi yang lain, jumlah kata yang biasanya laki-laki sampaikan sekitar sepersepuluh jumlah kata-kata yang wanita ucapkan. Percaya kan?
Satu lagi fakta tambahan, berdasarkan penelitian psikologi (diingat-ingat ini ya), kecerdasan anak biasanya diturunkan oleh ibu, sedangkan akhlaq oleh sang ayah. Maka tips nya, carilah istri yang pintar dan suami yang shalih dan baik perangainya, hehe
Yang keempat, wanita itu lebih sabar menanggung beban dibandingkan laki-laki. Itulah mengapa rahim itu dititipkan kepada wanita. Mengandung anak hingga 40 minggu lamanya. Belum lagi sakitnya melahirkan. Itulah sebabnya, Allah hadiahkan surga bagi ibu yang meninggal (syahid) ketika melahirkan anaknya. Bisa jadi kalau bapak-bapak, akan lebih tinggi emosinya. Tidak bisa sabaran seperti sang istri. Yang sudah memiliki anak, mungkin merasakan hal yang sama. Ibu itu cenderung siap bangun setiap jam atau per dua jam ketika sang bayi bangun, sedangkan sang ayah masih akan enak tidur.. Iya, kita tuh lebih siap menanggung beban hakikatnya...
Naah.. ada lagi nih salah satu kelemahan wanita, kita sukanya fokusnya pada masalah, bukan solusi. Lebih berpikir, kok ini susah banget ya, kok kayaknya nggak mungkin ya. Sedangkan laki-laki akan berpikir mencari solusi, tidak ambil pusing dengan permasalahan yang terjadi.
Oke, point terakhir, ini salah satu hal yang saya syukuri menjadi wanita, bisa MULTITASKING. Saat sedang menyuapi anak, sembari masak, menjemur baju, sambil mengulang hafalan. Masya Allah walhamdulillaah…
Naah.. kita udah bicarain keistimewaan wanita berikut karakter-karakter yang melekat padanya. Sekarang saya akan ingatkan wasiat Rasulullaah tentang wanita. Ini diingat baik-baik ya…

Iya, wanita itu memang berasal dari tulang rusuk yang bengkok, itulah sebabnya para lelaki diminta untuk berlaku baik kepada wanita (asiik). Tak heran kadang kalau sudah PMS, bisa esmosi jiwa, sensitif yang luar biasa, hihi…  Semoga Allah karuniakan pasangan hidup yang bisa bersabar dan mau memuliakan wanita ya…

Sekarang kita masuk ke perkara utama. Kalau memang wanita itu “bengkok”, bagaimana dengan perkara mengelola hati baginya? *Paparan pertama untuk jomblowati dulu ya :D

Ada satu hal yang bisa jadi perkara besar untuk wanita, iya.. itu adalah CINTA. Maklum wanita itu lebih mengutamakan perasaannya, saat benih-benih cinta mau tumbuh, bisa jadi bikin wanita pusing kepala. Upsy, benarkah? Coba kita resapi perkataan Ustadz Salim A Fillah ini tentang cinta…
Sebenarnya fenomena jatuh cinta itu ada penjelasan ilmiahnya..

Ternyata eh ternyata, perasaan senang, melayang, dan berbunga-bunga ini bisa dijelaskan dengan zat-zat kimia yang dikeluarkan oleh otak kita. Lho, emang iya? Iya, otak kamu itu adalah tempat bercokolnya semua perasaan dan emosimu. Otak itu jualah yang mengirimkan sinyal ke tubuhmu dan membuatmu merasakan semangat dan pahit manisnya “jatuh cinta”. Perasaan senang, bahagia, deg-degan, posesif, obsesif, patah hati sampai frustrasi. Kurang lebih, begini nih proses kerjanya…
Hormon pertama disebut FEROMON
Prinsip kerja feromon kurang lebih begini. Suatu saat kamu bertemu dengan sosok yang menarik hatimu. Entah karena dia ganteng, pinter, atau terlihat shalih. Secara alami, kelenjar endokrin dalam tubuh kamu akan melepaskan feromon yang memancar ke luar tubuh dan tercium oleh sosok itu (inget VNO yang supersensitif itu kan?). Nah, feromon itu akan memicu hipotalamus otak gebetan kamu itu untuk melepaskan hormon-hormon otak yang selanjutnya akan memicu hormon-hormon lain, seperti hormon gonadotropin (hormon pemicu dilepaskannya hormon testosteron, estrogen dan progesteron—hormon-hormon seksual). Begitupun yang terjadi sebaliknya.
Intinya, kenapa berdua-duaan itu dilarang oleh Islam? Nah ini salah satu alasannya. Kerja feromon ini yang bisa menyebabkan dua orang berlawanan jenis saling suka. Hanya karena berada di tempat yang sama, apalagi dekat-dekatan, tatap-tatapan, apalagi pegang-pegangan. Hayo ngaku bisa jadi tiba-tiba deg-degan kalau ditinggal berduaan dengan seorang teman laki-laki kan? Padahal, kamu ga ada perasaan suka sama dia sebelumnya. Tapi, karena berduaan berdekatan, entah kenapa ada rasa apaaa gitu. Nah itu tuh, artinya feromonnya bekerja.
Hormon kedua disebut Phenyl Ethyl Amine (PEA) yang bisikin, “Kayaknya aku jatuh cinta.”
Ketika kita terkesan oleh seseorang, otomatis senyum akan terlontarkan. Bukan kenapa-napa, tapi ini hasil kerja si PEA. Misal, kita merasa tertarik dengan si A, cowok shalih yang jago main bola, di organisasi jadi ketua, IPK-nya juga di atas 3. Pokoknya kerenlah. Nah, si PEA ini yang ngasih perasaan kesengsem kita kalau lihat si A, perasaan deg-degan, bahagia dan beberapa gejala lain yang menimpa seseorang yang sedang jatuh cinta. Bisa rapat bareng berasa gimanaa gitu, senang aja bawaannya. Nah, setelah PEA ini keluar, akan merangsang tubuh untuk mensekresikan hormon cinta yang lain seperti dopamine dan norenorepinephrine.
Hormon ketiga bernama Dopamin dan dia bilang, “Kenapa bayangannya yang selalu muncul di depan mata?”
Pada beberapa bulan pertama ketika kamu naksir seseorang, ada bagian otak kamu yang mengeluarkan zat ini. Biarpun jumlahnya cuma sedikit, itu aja sudah cukup untuk memberikan kamu efek “melayang”, persis yang dirasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta. Dopamin membuat kita merasa nyaman dan puas ketika melihatnya dan mengingat-ingat kejadian tentangnya. Bawaannya kebayaaang mulu wajah si dia yang lagi main basket, yang lagi presentasi di depan kelas, yang lagi beli jus alpukat di kantin. Pokoknya yang muncul bayangan diaaa aja.
Karena dopamin ini, semalaman kamu jadi susah tidur, tetiba mikirin hal-hal yang romantis. Karena dopamin juga, bisa jadi kamu jadi kurang berselera makan. Tapi meskipun kamu lupa makan dan kamu lapar, kamu tetap happy. Karena si dopamin ini membuat kamu merasa penuh semangat, seolah-olah kamu bisa melakukan apa pun yang kamu mau. Zat ini bener-bener hebat deh!
Hormon keempat yaitu Norepinefrin bilang, “Ayok semangat ngejar si dia!”
Setelah PEA merangsang dopamin keluar, ia juga merangsang produksi norepinefrin. Hormon ini terbukti bikin semangat, happy, ceria, dan bahagia orang-orang yang sedang jatuh cinta. Pokoknya bawaannya pengen senyuuuum terus. Tahu kan alasan lagu-lagu orang yang jatuh cinta indah-indah semua? Ya, karena norepinefrin juga bekerja di sana. Meskipun lelah letih setelah semalaman begadang ketika dapat telepon dari si dia yang bilang ada rapat dadakan pagi harinya, tetiba kamu bisa jadi bugar tiada terkira. Ini nih kerja hormon yang bikin semangat jiwa. Meskipun udah tepar habis beberes rumah seharian, langsung jawab iya pas diajak nge-gym bareng teman-teman dan gebetan. Haduh haduuuh … luar biasa ya kekuatan cinta, eh norephineprine maksudnya
Penjelasan 4 hormon lainnya bisa dibaca di buku Awe-Inspiring ME ya
*Nyelipin promo mumpung Penerbit Ikon sdg kasih diskon 40% untuk pembelian buku Awe-Inspiring ME s,d tgl 17 Juni ini
Intinyaaa... Udah tahu kan ya dahsyatnya reaksi kerja hormon-hormon cinta di atas.  Hormon-hormon inilah yang bekerja ketika seorang anak manusia jatuh cinta. Dan, kita ga bisa mengendalikan itu semua. Maka ga heran, saat fase-fase ini, banyak remaja kehilangan logika. Ga peduli apa kata orang tua, teman, atau sahabat terbaiknya. Yang penting hanyalah aku dan dia. Ada teori yang mengatakan bahwa hormon-hormon ini hanya bekerja maksimal dalam waktu 3–4 tahun aja. Maka, sering kita temui, beberapa tahun kemudian seseorang bisa banjir air mata menyesali perbuatannya mengikuti hawa nafsunya tempo dulu, gebetan yang kita puja ternyata ga sesempurna apa yang dibayangkan mata, belum lagi ternyata dia ga setia, nyakitin hati, jiwa dan raga (lebay mode: on). Sudah telanjur diri terjerumus maksiat, eh si doi malah minggat. Makanya muslimah shalihah … jangan menurutkan hawa nafsu yang sementara ini. Sabaaar … sabaaar … ada waktunya koq kita akan bertemu dengan jodoh kita yang sebenarnya.

Terus terus gimana.. kalau kamu merasa ada sesuatu yang membuat hatimu resah, tanyakan lagi pada hatimu, itu berasal dari setan atau bukan. Karena sesuatu yang tidak baik pasti akan dikenali hati, entah merasa tidak nyaman atau merasa bersalah..
Tips lain dari Ibnu Mas'ud adalah mengingat kejelekan-kejelekan orang yang kita merasa jatuh cinta padanya. Dan pesan lainnya adalah,  kalau menyukai, jangan terlalu menyukai, kalau membenci jangan terlalu membenci...

Jadi gimana dunk seharusnya antara muslimah dengan cinta?

Sebelumnya saya ingin menggarisbawahi, bahwa ketertarikan itu adalah suatu hal yang wajar
Jadi ketertarikan itu wajar. Jatuh cinta itu normal. Tapi, bagaimana sikap kita setelah jatuh cinta itu yang akan membuatnya halal atau haram. Allah ridha atau murka. Mendapat pahala berlipat atau terjerumus maksiat. Bahkan dikisahkan pada zaman dahulu di jazirah Arab, ada suatu ketika seorang wanita shalat di belakang Rasulullah Salallahu alaihi wassalam. Dia seorang wanita yang sangat cantik, secantik-cantik wanita. Bahkan Ibnu Abbas radiallahuanhu berkata, “Tidak! Demi Allah aku belum pernah melihat wanita secantik dia.” Oleh sebab itu, ada sebagian dari jamaah shalat memilih maju ke saf depan dengan datang lebih awal agar jangan sampai melihatnya. Ada juga sebagian dari mereka yang memilih datang belakangan agar dapat melihat kecantikan wanita tersebut dari saf belakang. Masya Allah … ini terjadi lho di zaman Rasulullah. Bahkan para sahabat Rasulullah pun merasakan ketertarikan ini. Hingga Allah menurunkan wahyu-Nya:
"Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu di antara kalian. Dan sungguh Kami mengetahui pula orang-orang yang mengakhirkan diri." (QS Al-Hijr: 24)
Lihatlah bahwa teguran Allah teramat indah. Bukan mencela para lelaki yang sengaja mengakhirkan diri, melainkan Allah tegur mereka dengan cara terhalus-Nya. Agar mereka kembali pada niatan semula untuk hanya beribadah kepada-Nya. Bukankah Allah itu Maha Mengetahui? Jadi, kalau hati kita berdebar atau merasa tertarik kepada seseorang, tentulah Allah Maha Mengetahui itu semua.

Hayoo ngakuuuu … pasti kamu tahu siapa seseorang yang kamu tertarik padanya. Seseorang yang entah kenapa bisa bikin kamu tersenyum saat mendengar nama atau terbayang wajahnya. Seseorang yang bisa bikin jantung kamu berdebar saat berdekatan dengannya. Tapi ingat ukhtiiii … perlu rasanya bagi kita untuk menjaga rahasia siapa nama laki-laki yang kita tertarik padanya. Menjaga ketertarikan itu dalam keikhlasan hati yang tertinggi karena kita tak pernah tahu apakah dia jodoh kita atau bukan. Menjaga dalam kesucian khayalan (jangan suka banyangin hal romantis yang nggak-nggak), menjaga dalam ungkapan lisan (nggak usah deh pake ikutan acara “katakan cinta”), dan menjaga dalam ekspresi diri (nggak usah overacting, salah tingkah kalau ketemu, atau komen di setiap status dan update-nya). Bukankah sudah banyak contoh cinta yang begitu terjaga? Layaknya Ali dan Fathimah, yang saling mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat, kepasrahan yang begitu kuat, hingga akhirnya Allah pertemukan cinta mereka dalam pernikahan suci yang mengikat.


Jodoh kita tidak akan tertukar. Ia akan datang di masa yang paling tepat menurut-Nya... Sabar yaa.. insya Allah, jika pernikahan itu penuh berkah, akan ada aja kemudahan yang kita dapatkan dalam perjalanannya, bahkan Allah bilang akan mengayakan kita dengan karunia-Nya…

Naah.. ini juga hal lain yang harus kita ingat. Nggak perlu juga meladeni laki-laki yang bilang “tunggu aku 3 tahun lagi”. Apa ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti? Tenang shalihah… jodohmu sudah tertulis, ia tidak mungkin akan tertukar atau lepas dari genggaman…

Ini hanya perihal BAROKAH. Tentang bagaimana proses kita menjemput jodoh kita. Dengan berlumur banyak dosa atau menjaga kesucian cinta dan bersimpuh harap hanya kepada-Nya…
Bagi kamu jomblowati, ini ada beberapa tips untuk menjaga hati kita di saat kita belum dipertemukan dengan jodoh kita..

Pertama, MENJAGA PANDANGAN. Memang benar kalau matalah jendela awal dari segalanya. Kenapa Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga pandangannya. Karena ialah pintu awal benih-benih cinta bisa tumbuh subur dalam hati seorang remaja.
Kedua, HINDARI IKHTILAT. Sebisa mungkin jauhi campur baur antara laki-laki dan perempuan ya, apalagi kalau harus berduaan. Udah tahu kan yang ketiganya setan? Hindari deh tuh boncengan dengan yang bukan mahromnya. Bukan hanya berduaan, bahkan nggak ada hijab di antara keduanya. Kalau memang ada keperluan dengan teman laki-laki, jangan sungkan untuk minta ditemani ukhti. Karena itu lebih baik daripada kamu berdua menyendiri.
Ketiga, HATI-HATI dengan SENTUHAN LAWAN JENIS. Bahkan Rasulullah lebih memilih untuk ditusuk jarum besi yang panas ke kulitnya daripada harus bersentuhan dengan yang bukan mahromnya. Jadi jangan mau ya kalau diajak tos, salaman, apalagi cupika cupiki dengan non mahram. Karena engkau begitu mulia dan haruslah senantiasa terjaga. Nggak sembarang orang boleh megang tubuh kita. *kibas jilbab
Keempat, HATI-HATI ZINA HATI. Iya betul, hati-hati sama zina yang satu ini. Haluuuuss banget. Kadang sampai kita nggak ngerasa kalau jangan-jangan sudah terjerumus ke dalam zina. Jauh-jauhi mengkhayal. Apalagi khalayan tentang si dia.  Awalnya sih cuma sms-an aja, terus telepon-telepon-an, ngajak jalan, eh pegangan tangan, daaaan seterusnya. Semua berawal dari syahwat yang diumbar. Cinta yang tidak dikekang oleh iman. Sehingga ia liar dan membiarkan diri terperangkap dalam jebakan setan.
Kelima, SIBUKKAN DIRI. Ini adalah cara paling jitu menghilangkan rasa dalam hati. Kalau udah sibuk, pasti bisa menekan pikiran-pikiran tentang si dia dalam kepala. Berbeda dengan mereka yang memiliki waktu luang sehingga terbawa mengkhayal yang bukan-bukan. Jangan-jangan! Ayo kita sibukkan diri kita senantiasa.
Keenam, JANGAN KONSUMSI HAL YANG BIKIN BAPER. Naaah.. hati-hati nih muslimah. Jauh-jauhin tontonan, bacaan, atau sumber pendengaran (entah lagu-lagu) yang bisa bikin baper. Duluuu… saya ingat banget, kakak kelas saya menyarankan, kalau belum mau nikah jangan baca-baca buku nikah, hehe… intinya kita membatasi diri, menjaga diri dalam kesucian cinta kita *tsaaah…
Terus bagaimana cinta yang seharusnya? *baca sendiri yaa… lalu resapi maknyanya…

Banyak akhwat yang bertanya, “Terus gimana mba kalau aku jatuh cinta?”. Ini dia sekelumit jawabannya…


Oke, kita masuk mengelola hati bagian 2, untuk muslimah yang udah nggak jomblo lagi. Eitss jangan salah, ilmu yang saya sampaikan disini bisa jadi pelajaran juga lho untuk akhwat-akhwat single nanti.
Yakinlah muslimah… jodohmu itu sudah tertulis namanya di Lauhful Mahfudz, jauuuh sebelum kita terlahir di dunia. Siapa namanya, kapan akan dipertemukannya, dsb. Ini hanyalah masalah iman kita, sejauh mana kita percaya kepada Allah Yang Maha Mengatur Segala…


Pernikahan itu tak selamanya tentang serangkaian bunga mawar, syair-syair puitis, atau dunia yang hanya milik berdua. Seiring dengan berjalannya waktu, kita akan semakin memahami. Dengan menikah, itu artinya kita memutuskan untuk menjalani lika-liku takdir-Nya di dunia… bersama! Baik dalam senangnya, maupun sedihnya. Baik saat menerima rezeki-Nya, maupun saat menjalani ujian di pertengahan jalannya. Melukis tawa dan menangis bersama…
Menikah itu artinya kita bersedia berkorban untuk orang yang disayang. Memilih untuk menanggung beban, bekerja lebih keras, mengerja lebih banyak. Tak jarang, mengorbankan kepentingan pribadi demi yang dicinta, mengalah sedikit untuk meringankan urusannya…
Menikah itu artinya berfastabiqul khairaat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Ini bukan tentang saling melempar pekerjaan, tapi berebut mengerjakan tugas agar mendapat berlipat kebaikan. Maka pekerjaan sederhana seperti mencuci piring, menggosok pakaian, atau mengepel lantai, bukan lagi terjebak dalam pengertian “pekerjaan perempuan”, bukankah Nabi pun begitu memuliakan istrinya, hingga terekam jelas dalam sabdanya “sebaik-baik laki-laki adalah yang paling baik kepada keluarganya”…
Menikah itu artinya membangun cita bersama, berlelah-lelah mengukir asa berdua. Bahu membahu merenda ikhtiar, bersama menuju cinta Sang Maha Kekal. Kalau bahasa sederhana saya, pernikahan itu seharusnya bukan membangun SATU menara, tapi mampu melejitkan potensi BERSAMA, mengangkasa BERDUA, hingga surga yang akan menjadi tempat pemberhentian akhirnya...

Kalau ini adalah tips mengelola hati setelah menikah...
Pertama, kita harus MEMPELAJARI PERBEDAAN antara laki-laki dan perempuan. Ini cara yang ampuh untuk memahami perbedaan dan memberikan pengertian. Itulah sebabnya, sebelum menikah, carilah ilmu tentangnya. Tentang hak dan kewajiban suami istri, perbedaan karakternya, dsb.
Kedua, kunci pernikahan itu ada dua, PENGERTIAN dan TERBUKA. Beri ruang untuk suami kita. Berilah pengertian akan sikapnya (yang bisa jadi didominasi oleh karakter laki-laki). Dan terbuka akan apapun yang dihadapi saat melalui bahtera rumah tangga bersama.
Ketiga, sebisa mungkin buat SESI CURHAT. Ini penting banget, utamanya bagi wanita. Yang mungkin hari-harinya sudah begitu Lelah mengurus anak dan rumah. Ia butuh telinga untuk mendengar keluh, kesah maupun senangnya. Buat kesepakatan dengan suami untuk meluangkan waktu setengah jam aja sebelum tidur mendengar curhat kita. Insya Allah para istri tidak akan butuh telinga orang lain untuk mendengar curhatnya.
Keempat, JANGAN PENDAM EMOSI. Untuk point ini, setiap orang mungkin beda-beda. Disini maksud saya, jika kita memang sudah jenuh, salurkan kepada hal-hal bermanfaat. Bisa seperti mengikuti hobby kita, entah itu masak, fotografi, design baju anak dan keluarga, dsb. Ini penting banget untuk menghindari stress pada ibu rumah tangga. Sesekali minta suami untuk jalan-jalan refereshing keluarga.
Kelima, JANGAN TENGOK rumput tetangga. Mengelola hati yang ini butuh satu sifat akhlaqul karimah, yaitu QANA’AH, alias merasa cukup dengan apa yang sudah Allah berikan. Tidak ada lagi rasa iri (atau mungkin hasad dan dengki), saat orang lain menerima rezeki. Cukup doakan dalam hati, semoga Allah berkahi dan berikan rezeki juga kepada kita. Tidak perlu stress jika memang suami belum bisa belikan rumah sendiri atau kendaraan pribadi, bersyukurlah dengan apa yang Allah karuniakan. Karena memang benar, bahagia itu bukan tentang seberapa banyak harta, namun rasa syukur yang terletak dalam dada...
Keenam, MENDEKAT KEPADA ALLAH. Ini pentiiing banget! Bahkan motor penggerak setiap aktivitas kita. Keluhkan pada-Nya, curhat di sepertiga malam-Nya. Karena curhat masalah rumah tangga tidak akan bisa selesai dengan posting di sosial media, hanya Allah Yang Maha Menjaga dan Memelihara yang mampu menjawab doa, memudahkan setiap urusan kita…

Maka ingin kusampaikan pesona di atas pesona…

Tanamkan ini dalam hati kita. Bahwa inilah cinta yang paling utama dan paling mulia kedudukannya…

Maka buktikan deklarasi cinta kita... Bahwa kita benar-benar mencintai-Nya...

Kembali saya ingatkan hakikat iman…

Dan cintailah orang yang tidak mungkin akan meninggalkan Allah atau melalaikan perintah-Nya...

Sebagai penutup, semoga kecintaan kita kepada Allah membuat Allah pun semakin cinta kepada kita...
Sekian mungkin sharing yang bisa saya sampaikan hari ini. Mohon maaf jika ada kekurangan dan semoga bermanfaat :)

No comments:

Post a Comment

Instagram