Oleh : Rumah Dakwah ID
Biodata Muwajjih :
Nama : Qosim Nursheha Dzulhadi
Panggilan : Qosim
Ttl : Jakarta, 26 Juni 1980
Status : Menikah
Domisili : Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan
Pendidikan: S2 Ilmu Aqidah, Universitas Darussalam, Gontor. Konsentrasi : Ilmu Al-Quran
Aktivitas : Mengajar di pesantren, dakwah, ngisi seminar, menulis
Tema : “Menggapai Surga Sekeluarga”
Apa perasaan kita jika kelak di Padang Mahsyar tahu bahwa ada satu anggota keluarga kita yang tidak masuk surga? Bagaimana rasanya ya?
Coba hayati ayat berikut ini,
(إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (٥٥) هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (٥٦
“Para penghuni surga di hari ini sangat asyik dengan berbagai macam buah-buahan yang disediakan di dalam surga. Laki-laki Mukmin dan istrinya berada di bawah naungan singgasana seraya duduk bersantai sambil bersandar.” ~(Qs. Yasin: 55-56)
Sebentar, masih ada lanjutannya,
(لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ (٥٧) سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (٥٨
“Para penghuni surga mendapatkan segala macam buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan. Sambutan ‘Salam Sejahtera’ adalah ucapan Tuhan Yang Maha Penyayang kepada penghuni surga.” (Qs. Yasin: 57-58)
Karena dalam keluarga harus dibina visi-misinya dengan baik dan benar. Agar kita tidak gagal dalam berkeluarga.
Visi-misi keluarga dan rumah-tangga seorang Muslim-Muslimah adalah :
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦
Peliharalah, jagalah, keluargamu dari api neraka, (Qs. at-Tahrim: 6)
Istilah yang digunakan oleh Syekh Mustafa Masyhur (seorang Mursyid Am dan maestro dakwah Ikhwanul Muslimin) adalah :
Salah satu bentuk kesalehan dalam satu keluarga (usrah) adalah :Salehkan dirimu kemudian seru orang lain untuk menjadi saleh.
Yang kesimpulannya adalah sabda Nabi Muhammad Saw : Rumahku adalah Surgaku. Ini yang butuh “jihad” sampai akhir hayat. Karena tugas kita memang cuman dua dalam hidup ini: membulatkan niat ibadah hanya untuk Allah dan menyempurnakan ikhtiar kita.Indahnya ibadah yang tumbuh dan bersemi di dalamnya.
Kita kembali lagi renungkan Firman Allah berikut,
(دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٠
“Ucapan penghuni surga di dalam surga itu adalah: ‘Wahai Tuhan, Engkau Mahasuci.” Ucapan penghormatan sesama mereka adalah: ‘Semoga kita semua selamat’. Sedang akhir ucapan mereka adalah: ‘Segala ungkapan puji dan syukur hanya untuk Allah, Tuhan yang menguasai seluruh alam’.” (Qs. Yunus:10)
Kitakah nanti yang mengucapkannya? Keluarga kitakah kelak yang saling-sapa seperti ungkapan di atas. Ya Allah, masukkan kami ke surga-Mu dengan rahmat-Mu!!!
Kisi-kisi Penting dan bocoran dari penghuni surga : Apa itu?
Bayangkan bocorannya! Tangkap sekarang! Simpan dan keluarkan ketika berada dalam keluarga kita!Para penghuni surga duduk saling-berhadapan untuk bercengkrama membicarakan keadaan mereka di dunia dahulu. Mereka berkata: “Sungguh, kami dahulu berada di tengah keluarga kami yang selalu takut akan azab Allah.” (Qs. at-Thur:25-26).
Jadilah keluarga yang saling-mengingatkan, saling-menasihati tentang siksa dan azab Allah. Ini harus jadi budaya dalam keluarga kita.
Rumah kita harus jadi :
- Rumah cahaya Al-Quran,
- Rumah Cahaya Ilmu,
- Rumah nasihat,
- Rumah ketaatan.
Ingat, keluarga yang saling-menasihati akan azab Allah akan masuk surga, Insya Allah.
Lanjutan kisi-kisi dan bocoran . . .
Mari kita berusaha agar keluarga kita masuk surga Allah seluruhnya: satu keluarga. Dengan cara mengamalkan kisi-kisi penghuni surga di atas. :)Penghuni surga bercerita, ‘Lalu Allah berikan karunia pada kami. Allah jauhkan kami dari azab yang membinasakan di akhirat. Di dunia dahulu, kami selalu beribadah kepada Allah. Sungguh, Allah amat besar kebaikan-Nya, lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.” (Qs. At-Thur:27-28).
No comments:
Post a Comment