Perempuan Inspiratif

Share DILINE, diskusi online selanjutnya, adalah bersama Forum Perempuan UNJ. Seneng banget rasanya, kesempatan-kesempatan luar biasa silih berganti menghujam diri, memperluas pergaulan, mengenal mereka sosok-sosok tidak biasa, alhamdulillah. Yok belajar dan tiru lalu lampaui mereka!! This is it >>
🌸Review DILINE FP UNJ🌸
Pemateri : Dr. Yuni Poerwanti, M.Pd
( DEPUTI I Kementrian Pemuda dan Olahraga RI)
Moderator : Khairunnisa Tri Suwarna
Notulen : Helmina Mutia
“Perempuan Inspiratif”

Assalamualaykum wr.wb
Pertama-tama saya mengapresiasi kegiatan diskusi online (DILINE) yang dilaksanakan oleh Forum Perempuan UNJ, yang mana acaranya mengundang salah satu perempuan inspiratif yaitu Dr. Yuni Poerwanti, M.Pd atau yang biasa di panggil Bu Yuni.
Diskusi ini Bu Yuni berbagi cerita mengenai pengalaman-pengalaman beliau sehingga mampu membuat para peserta terinspirasi.
Diskusi Online kali ini dipandu oleh sang moderator. Sebagai awalan moderator menanyakan kriteria perempuan inspirasi kepada peserta DILINE.
Lanjut hadir pemateri, Ibu Yuni langsung saja dengan semangat memaparkan kisahnya yang banyak sekali pelajaran yang dapat kami ambil.
Berawal dengan motto hidup beliau yaitu hidupku untuk bangsa ku, kata-kata ini jika dicermati seakan-akan seperti pasukan yang membawa senapan di tahun yang lampau bukan?
Lalu..
Apa yang mendasari beliau tetap semangat dalam menjalankan hidup? Jawabannya adalah beliau sadar bahwa beliau bukanlah siapa-siapa, nyawa dipinjami, pakaian dipinjami dengan cara diberi aktivitas lalu diminta untuk dibeli, berbagai pengalaman kehidupan beliau menjadi sebuah tamparan keras untuk kita ladies.
Berbagai dinamika kehidupan beliau hadapi dengan semangat, dilahirkan dari seorang ibu yang berpendidikan hanya sampai sekolah dasar dan ayah yang pendidikan cukup lumayan ketika zaman Belanda. Walau akhirnya keluarga beliau pernah mengalami keterpurukan, namun beliau bangga pada nasehat yang diberikan orang tuanya yaitu “Nduk, kelak kamu harus jadi orang dan hidup”.
Hingga memasuki bangku SMP beliau diangkat anak oleh paman dan bibinya dikarenakan bibi dan pamannya belum dikaruniai anak. Ketika memasuki bangku SLTA atau SMEA beliau mulai hidup dengan dinamika yang luar biasa. Ibarat senang dan susah bedanya tipis namun beliau bangga di bangku ini beliau sudah aktif berorganisasi.
Beliau melanjutkan ceritanya, dahulu beliau sudah diajarkan bahwa manusia makan satu minggu harus dapat menyisihkan jimpitan setidaknya dua kali, artinya puasa sunnah senin dan kamis diusahakan untuk dilakukan. Inilah kebiasaan yang ditanamkan oleh orang tua.
Cita-cita beliau yang selalu terngiang adalah "hidup jadi orang dan  bermanfaat"tidak harus nomor satu jika ingin menonjol, pesan moral yang tertanam kuat diberikan oleh orang tua beliau karena baginya pendidikan utama dari keluargalah yang harus kuat. Tekad beliau begitu kuat, untuk dapat mandiri, menolong teman dan tidak membebani orang lain.
Hal ini terus teraplikasi dari mulai SD hingga S3 bahkan di usia beliau saat ini, istilahnya ibarat pribahasa “maju kena mundur kena” ya lebih baik maju untuk mengetahui hasilnya.
Penekanan dalam paparan ini adalah pendidikan keluarga sangat penting. Kekuatan pikiran juga sangat penting. Untuk meraih cita cita.
--- DILINE FP UNJ---
Sebagai manusia haruslah kita bersyukur kepada sang pencipta, karna kita dibekali pikiran untuk berpikir mana yang baik dan mana yang jelek/jahat. Terlebih lagi jika kita minta agar selalu diberi kekuatan dan energi untuk pandai bersyukur, berusaha menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya, laksana kapanpun pinjaman nyawa ini tidak pernah takut, inilah penamanan semangat yang ada dalam diri beliau, maka dari itu, selama kontrak nyawa, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya dalam hal bermanfaat.
Sebagai sosok seorang ibu pun beliau mampu mendidik anak -anaknya, anak pertama beliau saat ini berusia 32 tahun sudah mendapatkan gelar doktor. Dan mengajarkan pada anaknya bagaimana hidup denga kerja keras, fokus, berusaha di rel agama kita masing - masing dan tidak membebani orang lain.
Pesan beliau untuk seluruh perempuan seantero nusantara, jadilah perempuan yang dapat menekuni berbagai bidang setidaknya lebih dari satu bidang, selain itu laksanakanlah berbagai peran dengan optimal untuk cita-cita memajukan negeri kita tercinta, ikut memberikan perubahan, syukur perubahan yang siginifikan bagi kaum perempuan.
Gen yang baik berasal dari perempuan bukan laki-laki. Perbaiki generasi ini dari para perempuan baik, kuat akhlaknya, pikirannya serta pendidikannya, sehingga mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter, memiliki kapasitas dan memiliki mental kuat.
Maka saat itulah Indonesia negeri tercinta kita mengalami perubahan.
Sesi Tanya Jawab:
  • Hanifah UNJ,
Bu, saya seorang yang introfert yang kebetulan diamanahkan menjadi pemimpin di suatu organisasi kampus, saya mau minta saran bagaimana caranya agar ketika sedang memimpin kita tidak dianggap remeh dan bisa menarik perhatian yang lain untuk mendengarkan?
Jawaban :
Mba Hanifah sayangku ....
Kalau seorang yg introfert memimpin itu hal yang biasa. Lebih mudah menyesuaikan diri. Ini luar biasa ...
Mba Hanifah harus dapat membuktikan bahwa kau (maaf panggilan Kau) BISA!  ini takdir bukan kebetulan. Perbanyak berkomunikasi dengan orang-orang yg kau anggap inspiratormu. Saya yakin kau punya. Ajak bicara anggota kalau perlu satu persatu. Apa usul/saran untuk membangun organisasi yg kau pimpin. Gunakan teorimu dalam pengelolaan kelas. Memimpin itu bukan pada saat kita berdiri di depan forum, tetapi hayatilah bahwa  memimpin itu adalah proses menuju tujuan yang dikehendaki bersama. Setelah mendapatkan saran pendapat dari anggota, kuatkanlah analisismu dan buktikan dengan aksi nyata yang memukau anggota organisasimu, jalin hubungan anggota melalui persahabat dan persaudaraan.
  • Afifah Janan UNJ,
Bagaimana ibu dapat membagi waktu dirumah dan pekerjaan supaya maksimal di keduanya ?
Jawaban:
Mba Afifah sayangku ....
Perempuan saya rasa lebih kuat. Lebih pandai membagi waktu.
Gambaran: ketika saya berusia 19tahun, saya harus menikah atas dorongan orang tua, waktu itu saya sedang kuliah semester 4, aktif dalam organisasi dan kerja sambilan, hingga masuk semester 6-7 saat ini sedang hamil, kiatnya tentu harus semua terlaksanakan dan dijalani serta dipertanggungjawabkan, tidak boleh ada yang dirugikan. Bangun pagi-pagi mempersiapkan perlengkapan keluarga, kuliah organisasi dan kerja sambilan pun harus jalan, disinilah ujian dan tantangan yang harus diselesaikan. Disinilah fokus itu diperlukan kita tidak boleh “alay” membagi waktu kita, ketika hamil besar saya masih mengatur teman-teman dalam agenda seminar nasional dan saya leadernya, tidak tidur tiga hari dua malam, sukses itu obatnya.
  • Putri UNJ,
Menurut Ibu, amunisi seperti apa yang sebetulnya mesti perempuan persiapkan agar segala proses kemajuan diri dapat bergerak baik dalam mencapai berbagai mimpi-mimpi yang sudah menanti di depan? Dan saya ingin meminta saran kepada Ibu, kira-kira saat rasa lelah berjuang mulai menghampiri langkah, motivasi seperti apa yang mesti kita ingat kembali agar semangat diri dapat kembali?
Jawaban:
Mba Putri sayangku ....
Amunisi dimaksud adalah ketahanan fisik. Mu'min yang kuat paling disayang Allah. Para sahabat perempuan, jangan lupa berolahraga apapun yang membuat kita bugar. Nonsen kalo kita tdk menjaga ketahanan fisik, seabrek aktivitad kita bakal keteter.
Dengan kondisi kebugaran termasuk stamina kita baik, maka apapun tuntutan aktivitas kita insya Allah ngga ada capek2nya. Sahabat perempuan yang masih memungkinkan untuk lompat tali/skipping lakukanlah. saya punya teorinya. Saya telah melakukan hal tersebut sekitar 26 th. Mengapa itu saya pilih?
1. Murah
2. Dimanapun dpt dilakukan
3. High Impact.
Ibarat tali jemuran jadi. Kuat di tungkai bawah, lutut, dan panggul cocok bagi yang panggulnya kecil terbantu dlm proses persalinan. Jangan lupa amunisi berikutnya adalah hati. Jaga hati kita untuk selalu positif thinking. Yang suka sakit biasanya karena hati dan pikiranya juga agak kurang sehat. Kapan-kapan lagi ada resepnya.
Motivation Statement.
“Berjuang harus sampai finish, jangan setengah-setengah. Cara mengembalikan motivasi diri yang paling cepat adalah kembali pada tujuan, melakukan untuk mencapai sesuatu bukan hanya dilaporkan kepada manusia tetapi pada yang utama adalah kepada Sang Pencipta, sudah mengunakan sumberdaya waktu dengan sebagainya, jangan kepalang tanggung, harus tercapai, hayo yang suka kerja setengah-setengah nanti jikalau kembali ke Rahmatullah ditagih penyelesaiannya loh”
“Buat apa beli sepeda kalau tidak bisa digunakan, buat apa jadi pemuda kalau tidak punya semangat juang”
Wassalamualaykum, wr.wb.
--- DILINE FP UNJ---
Simak linimasa kami untuk update berita perempuan dan anak di:
☘ Fb: Forum Perempuan UNJ
🌻 Twitter: @FP_UNJ
💐 IG: @ForumPerempuan_UNJ
🌷 Tumblr: forumperempuanunj.tumblr.com
© Forum Perempuan UNJ 2016
Supported by: SOSPOL BEM UNJ 2016-2017

No comments:

Post a Comment

Instagram